Upaya Berkolaborasi

13.05 Unknown 0 Comments

KOTAKU Lubuk-Linggau
Langkah Awal Bermitra Dengan Cemilan Rakyat Dan Aneka Keripik

Oleh:
Wendy Syahputra, SE
Fasilitator Ekonomi TF.29 Korkot 4 Lubuklinggau
KOTAKU OC-2 Sumatera Selatan 

“Sosok Siti Ropiah merupakan sosok ibu yang mandiri dan pekerja keras” di  kelurahan Karang Ketuan beliau aktif diberbagai kegiatan sosial dimasyarakat, meskipun dengan berbagai kesibukan yang ada mbak Siti begitu beliau biasa disapa juga memiliki usaha kecil untuk membantu perekonomian rumah tangganya.


Beliau telah lama berkecimpung didalam kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan yang sekarang telah berevolusi menjadi Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), berawal dari menjadi KSM Reguler di UPK LKM Tri Lingkungan sampai menjadi KSM PPMK. Pada awal tahun 2015 mendapat Pinjaman sebesar Rp.3.000.000 dengan teman-temannya yang tergabung dalam KSM Hafiza, berbagai usaha telah dijalaninya dari berjualan sayur masak, gorengan dan nasi uduk. Merasa usahanya kurang inovatif akhirnya dengan bermodalkan hobby dan juga coba-coba memulai dengan berdagang aneka keripik pisang rasa.

Setelah Pinjaman PPMK telah dibayar Lunas, kembali mengajukan pinjaman PPMK periode kedua dengan Pinjaman sebesar Rp.3.500.000. Dengan anggota KSM yang baru yaitu KSM Aman, tambahan modal yang baru tersebut kembali berkreasi dengan usahanya. Tidak puas dengan Aneka Keripik Pisang (balado, original, coklat dan moca) dimodifikasi lagi dengan membuat keripik bayam dan keripik sirih.

Keripik sirih memang terdengar aneh untuk sebagian kalangan, tetapi tidak bagi para kaum perempuan terutama para ibu-ibu. Ternyata, selain rasanya yang gurih dan renyah, keripik sirih ini juga memiliki banyak khasiat seperti untuk menghilangkan pegal linu dan membersihkan organ intim kewanitaan.

Banyaknya permintaan akan keripik ini berbanding terbalik dengan produksi yang dilakukan Siti. Karena tidak bisa memenuhi semua permintaan pelanggan, adanya beberapa kendala seperti susahnya mendapat bahan baku pisang, bayam dan sirih menjadi faktor utama tidak terpenuhinya permintaan konsumen.

Dari sistim pemasaran masih bersifat tradisional yaitu dititip dengan warung kecil dan melalui pesanan, untuk menembus pasar modern terkendala belum adanya surat izin dari pemerintah perihal merk dan halal  dan lain-lain yang harus mengikuti aturan main pemerintahan. Dan, untuk sistim produksi biasanya 1 minggu sekali. Rata-rata 20 Kg untuk Pisang dan untuk Bayam dan Sirih dibuat sesuai pesanan.

Dengan harga yang relative murah keripik pisang Rp.45.000/Kg, keripik pisang original  Rp. 40.000/Kg dan juga dijual dalam bungkus-bungkus kecil. Khusus untuk keripik bayam dan keripik sirih untuk sementara ini hanya dijual dengan bungkus kecil seharga Rp. 10.000/Bungkus. Penjualan juga baru sebatas wilayah Kota Lubuklinggau.

Dengan kreasi dan inovatif, di akhir 2015 usaha Siti ini pun dilirik oleh Dinas Sosial melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Pihak PKH akan mendukung usaha ini dengan bantuan modal, tentu saja dengan berbagai syarat seperti usaha ini harus berbentuk Kube dan mengajukan Prososal bersama. Dengan penuh semangat akhirnya membentuk usaha kube dengan nama Keluarga Maju Bersama dengan beranggotakan 13 orang dan juga diwajibkan memiliki pembukuan (kas harian, buku tamu) dan lain-lain.

Ketika disinggung mengenai bermitranya dengan PKH tentu saja sangat membantu usaha ini, Siti pun sudah memiliki berbagai rencana kedepan untuk usahanya ini, apabila proposalnya ini cair modalnya akan digunakan untuk tambahan bahan baku dan peralatan-peralatan yang mendukung usaha ini dan akan menambah varian baru yaitu keripik belut singkong.

Selain itu, ketika dikunjungi Ibu Camat Lubuklinggau Selatan I, beliau juga mengungkapkan keinginannya agar bisa difasilitasi surat izin dari pemerintah tersebut yaitu (merk dan halal) dan lain-lain agar usahanya bisa dipasarkan diberbagai pasar dan wilayah. Harapan terakhir beliau dapat diperhatikan dikembangkan dari Dinsos (PKH) ini cepat terealisasi

Informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dapat menghubungi:
KOTAKU Korkot IV Lubuk-linggau
Jl. Pioner Gg Masjid Az Zuhro Kel. 
Majapahit Kota Lubuklinggau
Ketua KSM Aman      : Siti Ropiah / 0852-6998-1842
Faskel Ekonomi          : Wendy Syahputra / 0852-6814-1301


Dokumentasi:
Kunjungan ibu Camat bersama PKH Lubuklinggau Dalam Pengolahan Keripik Pisang, Bayam Dan Keripik Sirih









             






















0 komentar:

Gugur Sebelum Berperang

20.38 Unknown 1 Comments

Karakteristik Lubuklinggau tidak semudah yang dibayangkan? Kota adminitratif dilingkari dengan perkebunan karet dan sawit, hari demi hari masyarakat sebelum fajar menyingsing mengepakan kaki menuju rutinitasnya masing-masing. Dan, hal senada tercipta juga kami selaku sebagai agen perubahan bahkan pemenuhan agen project merubah sikap prilaku masyarakat yang penuh dengan dinamika karekteristik dan mengikuti kearifan lokal yang sudah menjadi tradisi masyarakat Lubuklinggau yang terkenal dengan ramah lingkungan.

Kejamnya ibukota megapolitan ternyata lebih kejam di Lubuklinggau, hal tersebut dengan pembuktian begitu murahnya sebuah nyawa harus terkorbankan dengan aksi begal yang menjadi trend topik anak jalanan hanya untuk mencari popularitas diantara gank-gank pinggir jalanan.

Satu per satu agen perubahan dan agen project tersebut menjadi korban? Alhamdulillah, pengorbanan ini sebatas materil yang harus direlakan dibandingkan Nyawa sebagai taruhannya. Mungkin ini juga yang menyurutkan para pelaku program yang akan segera diterjunkan ke medan tempur untuk merubah pola pikir masyarakat yang sudah mulai memudar dari tradisi Indonesia yang terkenal ramah tamah disiantiro negara-negara besar dunia.

Untuk dekade Januari s.d Juni 2016 ini, kekurangan tenaga pendamping semakin terdesak dibandingkan denga capaian progres yang akan terpenuhi. Per-imbangan jarak lokasi tidak sebanding dengan tenaga pendamping yang ada. Fasilitaor yang bertahan saat ini adalah fasilitator biasa tetapi mempunyai niat yang tulus menjadi Fasilitator yang luar biasa.

Artian, langkah rezeki pertemuan dan maut sudah diatur oleh-Nya. pantang surut kebelakang, apa-pun yang akan dihadapi kedepan merupakan tantangan dan kami fasilitator adalah punyanya masyrakat yang masih dibutuhkan dengan segala bidangnya masing-masing. Semoga kami masih dapat bertahan dengan masalah yang ada.

Nah, beranjak dari permasalahan diatas? Fasilitator yang ditugaskan ke Lubuklinggau acap sekali gugur sebelum genderang perang dimulai. Ada yang hanya melihat kondisi lokasi, ada yang langsung mundur sebelum dimobilisasi, ada alasan tidak cocok dengan mekanisme kerja juga terlanjur ikut berperang dan setelah mendapatkan hak/gaji langsung ngacir dari arena.

Apa yang salah dari kota ini atau apa yang sangat ekstrim dari program ini? sehingga pahlawan kemiskinan itu tidak sanggup menjalankan tugas dengan tuntas. Jawaban itu hanya Tuhan yang tahu dan hati kecil ini yang dapat menjawabnya.

Salam Pemberdayaan
KOTAKU Lubuklinggau

1 komentar:

Bersinergi Atasi Masalah Sampah

15.26 Unknown 0 Comments

Harian Linggau Pos - Berpegang dengan Dasar Hukum Penanganan Kawasan Kumuh Menurut UU Nomor 1 tahun 2011 dan Bangkim. Maka, SKPD dan P2KKP yang dimotori oleh PT. Pertamina TBBM kota Lubuklinggau melakukan rapat koordinasi bagaimana mengatasi masalah sampah dapat teratasi secara koperhenship.

Gagasan ini adalah merupakan salah satu wacana dari masukan Pimpinan Kolektif LKM kota Lubuklinggau yang mengharapkan P2KKP dapat memfasilitasi sarana dan prasarana mengatasi sampah. Maka, pada kesempatan rapat koordinasi ini merupakan salah satu menyambung inspirasi tersebut dapat bersinergi program antara SKPD dan pihak CSR (Corporate Social Responsibility).

Rakor ini dihadiri dari beberapa SKPD yang hadir. Diantaranya dari instansi Bappeda, Dinas PU, Dinas Kebersihan, Pimpinan Cabang BRI, Disperindag dan dari Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan ini dilaksanakan di meeting room PT. Pertamina TBBM Lubuklinggau.

Dalam kesempatan ini, semuanya memberikan pendapat dan masukan dalam mengatasi permasalahan sektor sampah. Seperti membangun kepedulian ditingkat masyarakat yang dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT) untuk dapat menanggulangi sampah. Hal lainnya menghidupkan kembali Jum’at bersih dan untuk target objek yang berhasil mewujudkan lingkungan sehat tanpa sampah dapat diberikan penghargaan.

Hal penting selanjutnya, dengan melakukan pengelolaan sampah jadi bahan berharga dengan cara patraganik? yaitu mengolah kembali sampah dengan memisahkan sampah organik dan non organik menjadi pupuk dan bahan mentah untuk dapat diolah kembali. Dengan pengolahan sampah yang baik akan dapat menghasilkan pundi-pundi uang dan ini merupakan target khusus dari P2KKP bagaimana masyarakat dalam binaan PK-LKM P2KKP dapat menghasilkan sesuatu yang itu berorientasi pada perubahan kesejahteraan masyarakat.

Wakil ketua CSR yang juga merupakan ketua Komunitas Bangun Perkotaan Solihin bersama P2KKP Lubuklinggau siap mewujudkan “Lubuklinggau Sehat Dari Sampah”. Dengan menjadi relawan penggerak pelaksanaan penanggulangan permasalahan sektor sampah. Head PT.Pertamina TBBM menegaskan, siap untuk memfasilitasi pencanangan Lubuklinggau yang lebih sehat. Seperti penyediaan alat, biaya pelatihan dan sosialisasi tata cara pengelolaan sampah.
Sebagai bahan rujukan, per hari sampah yang dihasilkan dari kota Lubuklinggau bisa mencapai 150 ton. Karena banyaknya jumlah sampah ini dan keterbatasan anggaran maka sampah ini terpaksa diletakan didepan kantor DKP dan penampungan sementara. Untuk itu diharapakan adanya kolaborasi antara pihak SKPD, Perguruan Tinggi, Partai Politik, LSM, Dunia Usaha dan Masyarakat berperan dalam penanganan sampah.

Koordinator Kota P2KKP Lubuklinggau Agung Windian Putra, ST juga memaparkan bagaimana pengelolaan dan mengatasi sampah yang terjadi dan merupakan trending topik Nasional bahkan International. Bagaimana, bersama-sama melakukan sosialisasi secara terus menerus untuk memerangi sampah. Sehingga yang sangat diperlukan adalah bagaimana merubah pola pikir kita bersama untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

Terobosan awal, akan dipusatkan pada kelurahan Ulak Surung, kecamatan Lubuklinggau Utara 2 dan kelurahan Muara Enim, kecamatan Lubuklinggau Barat 1 menjadi target pilot projec kolaborasi antara SKPD dan PT.Pertamina TBBM. Sehingga apa yang menjadi visi misi P2KKP yang disebut dengan Gerakan 100-0-100 (lubuklinggau-sumsel).


Sumber : Harian Linggau Pos
Edisi     : Rabu, 30 Maret 2016
Judul    : Bersinergi Atasi Masalah Sampah
Disampaikan Oleh : Agung Widian Putra, ST (Korkot 4 Lubuklinggau - Sumsel)

Kliping:

0 komentar: