LKM Baru, Semangat Baru Dan Harapan Baru - Best Practise TF 25

14.33 Unknown 0 Comments

Lubuklinggau, 23 Oktober 2016
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah memulai dengan mengajak masyarakat untuk mengawali dengan sebuah tahapan proses dengan siklus yang diusung sebagai sebuah pembelajaran kritis dan strategi intervensi kepada masyarakat untuk menyemai kembali nilai-nilai universal. Diawali dengan mengadakan sosialisasi untuk menginternalisasikan pemahaman secara mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya melembagakan nilai dalam kehidupan sosial masyarakat. Pentingnya pengawalan untuk menjaga alur pelembagaan nilai dimasyarakat, untuk memberikan dorongan penyadaran kepada masyarakat dalam membangun kembali nilai, menggerakkan masyarakat dalam menjaga keutuhan nilai itulah dalam pelaksanaannya di masyarakat dibutuhkan seorang relawan sebagai agen pembaharu dan agen perubahan. LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) merupakan kepemimpinan kolektif dari organisasi masyarakat warga suatu kelurahan yang anggota – anggotanya dipilih berdasarkan kriteria kemanusiaan, sehingga berperan secara penuh sebagai pemimpin masyarakat warga. Kolektifitas kepemimpinan ini penting dalam rangka memperkuat kemampuan individu untuk dapat menghasilkan dan mengambil keputusan yang lebih adil dan bijaksana oleh sebab terjadinya proses saling asuh, saling asah dan saling asih antar anggota kepemimpinan yang pada akhirnya akan menjamin terjadinya demokrasi, tanggung gugat, dan transparansi. Di samping itu pola kepemimpinan kolektif juga merupakan desinsentif bagi para pemimpin yang justru ingin mendapatkan kekuatan absolut di satu tangan yang pada gilirannya akan melahirkan tirani dan anarki yang mementingkan diri sendiri dan ketidakadilan. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan penguatan terhadap LKM sebagai upaya agar LKM telah terpilih dimasyarakat mempunyai bekal yang kuat dalam menghadapai situasi tersulit dalam menjalankan kerelawanannya dimasyarakat. Terutama penguatan pada pemahaman konsep Program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) secara utuh, teknik menfasilitasi masyarakat dalam setiap momen, sehingga Proses penguatan dimasyarakat terus-menerus berlangsung dan tetap terlaksana forum LKM, karena membangun kesadaran masyarakat itu tidak semudah membalikkan tangan, butuh waktu, kesabaran, kedisiplinan, ketabahan serta teknis pendekatan kepada masyarakat. LKM harus membangun modal sosial dengan cara menumbuhkan kembali nilai – nilai kemanusiaan, ikatan – ikatan sosial . BKM/LKM harus menjadi motor gerakan solidaritas sosial di masyarakat kelurahan/desa setempat, juga menggalang kepedulian dari pihak luar. Untuk dapat menjadi motor penggerak, maka BKM/LKM harus dapat dipercaya baik oleh warga masyarakat setempat maupun pihak luar. Dalam Kelembagaan pembentukan LKM ini, pihak yang terlibat bukan hanya sekelompok laki-Laki saja, akan tetapi keterlibaan langsung dari pihak Perempuan juga sangat diharapkan, karena Kesetaraan gender ditunjukkan dengan adanya kedudukan yang setara antara laki-laki dan perempuan di dalam pengambilan keputusan dan di dalam memperoleh manfaat dari peluang-peluang yang ada di sekitarnya. Kesetaraan gender memberikan penghargaan dan kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki dalam menentukan keinginannya dan menggunakkan kemampuannya secara maksimal di berbagai bidang. Tidak peduli apakah dia seorang ibu rumah tangga, presiden, buruh pabrik, sopir, pengacara, guru ataupun profesi lainnya. Jika kondisi-kondisi tersebut tidak terjadi pada dirinya maka dia tidak dapat dikatakan telah menikmati adanya kesetaraan gender. Perempuan dan warga miskin sebagai kelompok yang masih terpinggirkan masih menjadi objek pembangunan, padahal menjadi strategis melibatkan perempuan dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring evaluasi, karena: Penghargaan terhadap perempuan dan waga miskin sebagai manusia yang merdeka yang berhak untuk menentukan pemecahan masalah yang dihadapinya. Pemecahan masalah - masalah, termasuk masalah kemiskinan yang menyangkut perempuan akan lebih tepat apabila dibicarakan bersama dengan perempuan karena merekalah yang betul betul merasakan masalah dan kebutuhannya. Berbicara mengenai tentang LKM ( Lembaga Keswadayaan Masyarakat) Kelurahan Wirakarya Kecamatan Lubuklinggau Timur II adalah merupakan salah satu kelurahan yang menjadi dampingan dari Tim 25 dari 9 ( Sembilan ) kelurahan yang di damping oleh Tim 25. Kelurahan Wirakarya beberapa Bulan yang lalu baru saja melakukan memilihan LKM dari tingkat basis hingga ketingkat kelurahan yang akhirnya yang terpilih 9 ( Semblan ) orang yang menjadi anggota LKM oleh masyarakat dimana 6 ( Enam ) orang laki – laki dan 3 ( tiga ) orang perempuan dan sebagai Koordinator LKM yaitu M. Husni Thamrin, beliau merupakan salah satu warga dari RT. 9 kelurahan Wirakarya kecamatan Lubuklinggau II Kota Lubuklinggau. Sebagai Koordinator yang baru beliau mempunyai semangat yang baru, keinginan dan kepedulian besar sekali terhadap warga disekitar beliau, salah satu benuk kepedulian beliaun nyaitu ingin membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka dengan jalan memberikan tambahan modal kepada mereka yang memiliki usaha menengah kebawah, agar dapat lebih meningkatkan penghasilan mereka sehari-hari. Salah Satu cara yang akan dilakukan oleh Koordinator beserta UPK ( Bapak Amrullah yang sehari-hari aktifitasnya berdagang di pasar), untuk memberikan tambahan modal tersebut yaitu dengan menghidupkan/ Menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi Bergulir yang ada dikelurahan Wirakarya yang sudah kurang lebih selama 4 ( Empat ) tahun mengalami kepakuman tanpa ada perguliran ke KSM, di karenakan banyaknya KSM-KSM peminjam yang menunggak dalam membayar angsuran pinjaman mereka. Oleh karena itu UPK dan Koordinaor lama beserta LKM yang lama tidak mau menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi yang ada dikelurahan, makanya uang yang ada hanya mengendap di Tabungan Bank UPK. Dengan terbentuknya LKM yang baru ini, UPK, Koordinator dan LKM yang lain punya keinginan dan keyakinan akan menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi Bergulir Ke KSM – KSM yang sudah melalui seleksi terlebih dahulu, dengan syarat dan aturan yang sudah mereka sepakati. Survei Calon KSM Pinjaman Ekonomi Bergulir Sebelum dilakukannya Pencairan Ke KSM, Calon KSM peminjam terlebih dahulu harus di lakukan surve lokasi tempat usaha mereka dan apakah mereka benar – benar mengajukan pinjaman, apakah tidak karena jangan sampai KSM yang mengajukan pinjaman tersebut hanya piftif saja, Dilakukan juga Coaching / Sosialisasi mengenai Persyaratan yang harus mereka penuhi sesuai dengan SOP yang ada, dan juga dilakukan tahap- tahap selanjutnya. Sampai terealisasi pinjaman tersebut ke KSM. Coaching/sosialisasi kepada calon KSM Pinjaman Ekonomi Bergulir Dengan dilakukannya secara selekif dan Surve terhadap calon KSM – KSM peminjam diharapkan kedepannya nanti UPK LKM Bersatu Kelurahan Wirakarya akan tetap berjalan dan semua warga yang layak meminjam pinjaman ekonomi bergulir akan mendapatkan dan merasakan pinjaman Ekonomi Bergulir tersebut. Melihat semangat, keyakinan yang ada pada UPK, Koordinator serta anggota LKM yang lainnya mengenai keberlanjutan dari pinjaman Ekonomi Bergulir yang akan mereka gulirkan kambali, semoga kedepanny nanti dapat berjalan sebagaimana yang mereka harapkan. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Untuk info lebih lanjut silah menghubungi : Faskel Ekonomi TF.25 Korkot 4 Lubuklinggau Sarmahinah (08127897260)

You Might Also Like

0 komentar: