Perjalanan Awal Sosialisasi Program KOTAKU

11.57 Unknown 0 Comments

Oleh:
Hardianto,S. ST.Ars

Faskel Sosial TF.28 
Korkot 4 Lubuklinggau
OC  Sumatera Selatan
Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
 KOTAKU LUBUKLINGGAU - Sosialisasi Awal Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dilaksanakan mulai tanggal 08 Agustus 2016. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan tim fasilitator Koorkot IV Lubuklinggau, khususnya Tim 28 yang mendampingi 9 kelurahan yaitu: kelurahan Mesat Seni, Air kati, Jukung, Air Temam, Perumnas Rahmah, Rahmah, Lubuk Binjai, Lubuk Kupang, dan Tanah Periuk.
Kegiatan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, ada yang semangat, antusias, ada juga yang biasa-biasa saja, namun disinilah semua tantangan itu menjadi motivasi dan semangat yang lebih kuat untuk Tim 28. Dengan kondisi tersebut, fasilitator Tim 28  harus lebih bersabar dalam mengumpulkan masyarakat untuk sosialisasi program karena beragam alasan yang diberikan masyarakat seperti kesibukan masyarakat dalam mencari nafkah, dan pola pikir  masyarakat selalu tertuju pada dana BLM  sehingga untuk mensosialisasikan program baru KOTAKU harus menunggu waktu luang masyarakat.

Seperti salah seorang warga Air Kati yang menghadiri sosialisasi Program Kotaku mengatakan “warga disini tidak banyak waktu, jadi sulit menggumpulkan warga, sibuk nyari duit ke kebun”, menanggapi hal tersebut Dian Permatasari selaku Senior Fasilitator Tim 28 menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak mesti dilaksanakan ruangan khusus, melainkan dapat dilaksanakan dimanapun yang penting saat masyarakat berkumpul, misalnya bisa disosialisasikan sebelum atau sesudah kegiatan posyandu, pengajian, sedekahan atau sambil ngobrol di pondok juga bisa, tentunya dengan kesepakatan kita bersama.

Setelah mengerti dari penjelasan tersebut, warga menjadi antusias mengikuti program KOTAKU, karena mereka tidak merasa dibebani dan kehilangan waktu untuk mencari nafkah. Selain di Air Kati, di daerah Air Temam juga mengalami kendala yang sama, dan ada 7 kelurahan lagi yang didampingi oleh tim 28 yang cukup antusias dan semangat mengikuti sosialisasi. Dengan keadaan seperti ini, tim 28 harus bisa memanfaatkan peluang dan sambutan masyarakat yang beraneka ragam untuk dapat memperkenalkan program baru KOTAKU, sehingga program baru KOTAKU dapat disosialisasikan dengan baik dan diterima serta di dukung oleh masyarakat.

Setelah mendapatkan solusinya akhirnya tim 28 sukses mensosialisasikan program baru KOTAKU kepada 9 kelurahan dan masyarakat dapat memahami dan mendukung program baru KOTAKU. Apalagi sekarang program baru KOTAKU membangun perkawasan pemukiman pendudukan, sehingga masyarakat dapat merasakan hasil positif dari program baru KOTAKU.

Dalam kegiatan ini Fasilitator tim 28 menjelaskan perubahan dari program P2KKP menjadi program baru KOTAKU. Program KOTAKU adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan pelaksanaan rencana strategis Direktorat Cipta Karya tahun 2015-2019, sasaran program ini pencapaian pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 ha, melalui pencegahan dan peningkatan kualitas pada permukiman seluas 38.431 Ha.

Selain itu adanya peningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. yang menjadi pembahasan di program KOTAKU adalah  7 indikator kumuh + 1 RTH  yaitu:
  • Kondisi fisik bangunan
  • Jalan lingkungan
  • Drainase lingkungan
  • Penyediaan air bersih
  • Pengelolaan persampahan
  • Pengelolaan air limbah
  • Pengamanan bahaya kebakaran
  • Ruang terbuka hijau

Setelah melakukan kegiatan sosialisasi, dilanjutkan dengan RKM (Rembug Kesiapan Masyarakat) dan Review TIPP, tim faskel dan masyarakat  melakukan Refleksi Perkara Kritis ( RPK) dan  membentuk visi dan misi di kelurahannya masing-masing. Sebagai contoh di kelurahan Mesat Seni memiliki visi “Mesat Seni BERSERI (Bersih, Sejahtera, Rapi, Indah)" dan misinya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat budaya hidup bersih, perekonomian yang merata, mengurangi angka pengangguran, menciptakan sumber daya manusia untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.

Setelah itu tim 28 melakukan penjadwalan pemetaan Swadaya (PS) di 9 kelurahan dampingan kami. Adapun harapannnya di kegiatan pemetaan Swadaya, dapat digali informasi mengenai kondisi nyata dari masalah-masalah yang diindentifikasikan bersama masyarakat, mengkaji proses analisis kritis terhadap informasi dan fakta yang sudah didapatkan dan merumuskan masalah-masalah yang dapat dikelompokkan dan dianalisis menggunakan hubungan sebab akibat.


Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi

Sosialisasi Kelurahan Tanah Periuk
Sosialisasi Kelurahan Mesat Seni 
Sosialisasi Lubuk Binjai
Sosialisasi Lubuk Kupang







0 komentar: