Perjalanan Awal Sosialisasi Program KOTAKU
![]() |
| Oleh: Hardianto,S. ST.Ars Faskel Sosial TF.28 Korkot 4 Lubuklinggau OC Sumatera Selatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) |
Kegiatan ini
mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, ada yang semangat, antusias, ada
juga yang biasa-biasa saja, namun disinilah semua tantangan itu menjadi
motivasi dan semangat yang lebih kuat untuk Tim 28. Dengan kondisi tersebut, fasilitator Tim 28 harus lebih bersabar dalam
mengumpulkan masyarakat untuk sosialisasi program karena beragam alasan yang diberikan masyarakat seperti kesibukan masyarakat dalam mencari nafkah, dan pola pikir masyarakat selalu tertuju pada dana BLM sehingga untuk mensosialisasikan program baru
KOTAKU harus menunggu waktu luang masyarakat.
Seperti salah
seorang warga Air Kati yang menghadiri sosialisasi Program Kotaku mengatakan
“warga disini tidak banyak waktu, jadi sulit menggumpulkan warga, sibuk nyari
duit ke kebun”, menanggapi hal tersebut
Dian Permatasari selaku Senior Fasilitator Tim 28 menjelaskan bahwa kegiatan
ini tidak mesti dilaksanakan ruangan khusus, melainkan dapat dilaksanakan dimanapun yang penting saat
masyarakat berkumpul, misalnya bisa disosialisasikan sebelum atau sesudah kegiatan
posyandu, pengajian, sedekahan atau sambil ngobrol di pondok juga bisa,
tentunya dengan kesepakatan kita bersama.
Setelah mengerti
dari penjelasan tersebut, warga menjadi antusias mengikuti program KOTAKU,
karena mereka tidak merasa dibebani dan kehilangan waktu untuk mencari nafkah.
Selain di Air Kati, di daerah Air Temam juga mengalami kendala yang sama, dan
ada 7 kelurahan lagi yang didampingi oleh tim 28 yang cukup antusias dan
semangat mengikuti sosialisasi. Dengan keadaan seperti ini, tim 28 harus bisa memanfaatkan
peluang dan sambutan masyarakat yang beraneka ragam untuk dapat memperkenalkan
program baru KOTAKU, sehingga program baru KOTAKU dapat disosialisasikan dengan
baik dan diterima serta di dukung oleh masyarakat.
Setelah
mendapatkan solusinya akhirnya tim 28 sukses mensosialisasikan program baru
KOTAKU kepada 9 kelurahan dan masyarakat dapat memahami dan mendukung program baru
KOTAKU. Apalagi sekarang program baru KOTAKU membangun perkawasan pemukiman
pendudukan, sehingga masyarakat dapat merasakan hasil positif dari program baru
KOTAKU.
Dalam kegiatan
ini Fasilitator tim 28 menjelaskan perubahan dari program P2KKP menjadi program
baru KOTAKU. Program KOTAKU adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas
permukiman kumuh nasional yang merupakan pelaksanaan rencana strategis Direktorat Cipta Karya tahun 2015-2019, sasaran program ini pencapaian
pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 ha, melalui pencegahan dan
peningkatan kualitas pada permukiman seluas 38.431 Ha.
Selain itu adanya peningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh
perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni,
produktif dan berkelanjutan. yang menjadi pembahasan di program KOTAKU adalah 7 indikator kumuh + 1 RTH yaitu:
- Kondisi fisik bangunan
- Jalan lingkungan
- Drainase lingkungan
- Penyediaan air bersih
- Pengelolaan persampahan
- Pengelolaan air limbah
- Pengamanan bahaya kebakaran
- Ruang terbuka hijau
Setelah
melakukan kegiatan sosialisasi, dilanjutkan dengan RKM (Rembug Kesiapan Masyarakat) dan Review TIPP, tim faskel dan masyarakat melakukan Refleksi Perkara Kritis ( RPK) dan membentuk visi dan misi
di kelurahannya masing-masing. Sebagai contoh di kelurahan Mesat Seni memiliki visi “Mesat Seni BERSERI (Bersih, Sejahtera, Rapi, Indah)" dan misinya adalah
meningkatkan kesadaran masyarakat budaya hidup bersih, perekonomian yang
merata, mengurangi angka pengangguran, menciptakan sumber daya manusia untuk
selalu menjaga kebersihan dan keamanan dan meningkatkan pelayanan masyarakat.
Setelah itu tim 28 melakukan penjadwalan pemetaan Swadaya (PS) di 9 kelurahan dampingan
kami. Adapun harapannnya di kegiatan pemetaan Swadaya, dapat digali
informasi mengenai kondisi nyata dari masalah-masalah yang diindentifikasikan bersama masyarakat, mengkaji
proses analisis kritis terhadap informasi dan fakta yang sudah didapatkan dan merumuskan
masalah-masalah yang dapat dikelompokkan dan dianalisis menggunakan hubungan sebab akibat.
Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi
![]() |
| Sosialisasi Kelurahan Tanah Periuk |
![]() |
| Sosialisasi Kelurahan Mesat Seni |
![]() |
| Sosialisasi Lubuk Binjai |
![]() |
| Sosialisasi Lubuk Kupang |







0 komentar: