Linggau Expo Sebagai Sarana Launching Program KOTAKU - Best Practice TF 29

15.03 Unknown 3 Comments

Lubuk-Linggau, 20 Oktober 2016 Linggau Expo Sebagai Sarana Launching Program KOTAKU
Event Pameran atau Bazar memang bisa menjadi ladang promosi yang potensial bagi para Kelompok Swadaya Masyarakat ekonomi atau KSM. Tidak hanya sekedar ajang event sementara, diharapkan pameran ini bisa membuka kesempatan untuk memperluas pemasaran para KSM, dengan mengikuti pameran dan bazarlah KSM memiliki peluang untuk mengenalkan produk-produk mereka sehingga masyarakat tahu dan mendorong produk mereka menjadi lebih maju serta dikenal dan tidak mungkin menjadi langganan di kemudian hari. Tetapi ada beberapa point penting agar event ini tidak berakhir sia-sia, pastikan produk yang kita pamerkan mempunyai nilai jual dan menarik dimata pengunjung dan juga untuk media promosi perlu kita persiapkan stand banner, sample produk dan juga alamat (identitas) si pemilik produk. Di acara Ulang Tahun Kota Lubuklinggau yang ke-15, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) mendapat kepercayaan dari panitia pelaksana khususnya Disperindag Untuk mengisi Stand di Event Bazar Produk-produk Usaha kecil dan Menengah. Kurang lebih sebanyak 20 Kelurahan Binaan KOTAKU unjuk Potensi pada gelaran Pameran yang di selenggarakan di Lapangan Eks Kompi Lubuklinggau dari tanggal 17-22 Oktober 2016. Ada banyak Produk Menarik & Unggulan yang dipamerkan pada acara ini diantaranya Aneka Keripik, Kopi Bubuk, Wedang Jahe Bubuk, Kerajinan Rotan, Aneka Kue Kering, Kerupuk, Kerajinan Tangan Perca dan masih banyak lagi. Dengan mengikutsertakan KSM masing-masing kelurahan, akan memunculkan inovasi dalam keragamam produk lokal. Produk-produk tersebut bisa menambah keragaman dari usaha-usaha Unggulan di kota lubuklinggau, menjadi tantangan tersendiri agar usaha ini tetap bertahan dalam persaingan usaha yang sejenis, Selain Potensi yang cukup besar ada beberapa kelemahan dan kendala yang dihadapi para KSM ini antara lain permodalan, ketersediaan bahan baku dan juga pemasaran produk, untuk itu diperlukan Kolaborasi antara berbagai aktor yang berperan dalam usaha kreatif ini seperti dunia usaha dan pemerintah setempat dalam bentuk dukungan dan binaan agar usaha ini bisa lebih berkembang dan maju. Pembinaan itu menyangkut pengembangan kemampuan mendesain produk, Inovasi, Legalitas dan Sertifikasi Produk. Informasi lebih lanjut tentang kegiatan KMW OC-2 Sumsel dapat menghubungi: KMW OC-2 KOTAKU Korkot IV Lubuk-linggau Jl. Pioner Gang Masjid AZ-Zuhro Kelurahan Majapahit Kec. Lubuklinggau Timur I Telp. 0733 321706 Email : korkot4@kmwx.org Faskel Ekonomi : Wendy Syahputra Hp : 0852-68141301 Dokumentasi Launching Dan Sosialisasi Program KOTAKU Lubuklinggau

3 komentar:

Solidaritas LKM Pulihkan Pinjaman Ekonomi Bergulir - Best Practise TF 28

14.54 Unknown 25 Comments

Lubuklinggau, 19 Oktober 2016 Solidaritas Lkm Pulihkan Pinjaman Ekonomi Bergulir
Dana bergulir merupakan kegiatan ekonomi KOTAKU yang bertujuan mengentaskan kemiskinan dan penanganan kawasan kumuh dengan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui pinjaman bergulir. Dikatakan “bergulir”, karena dana untuk pinjaman ini terbatas dan harus tetap bergulir di masyarakat secara bergiliran. Pinjaman dana tersebut diberikan kepada KSM secara bergantian sesuai dengan ketersediaan dana. Apabila ketersediaan dana belum mencukupi dan masih ada KSM yang layak memperoleh pinjaman maka KSM tersebut akan masuk dalam daftar tunggu. Sebelum dilaksanakan kegiatan dana bergulir ini, UPK dan LKM memberikan penjelasan kepada KSM tentang syarat utama keberlangsungan pelayanan pinjaman yaitu pembayaran kembali pinjaman, pembayaran bisa di angsur setiap bulan dengan jumlah dan waktu yang telah ditentukan, semakin tertib peminjam membayar kembali, semakin tinggi pula tingkat pembayaran kembali (repayment rate). Apabila kegiatan sudah berjalan sesuai prosedur maka masyarakat akan merasakan dampak yang positif, salah satu dampak positifnya adalah semakin banyak KSM yang terlayani dan semakin besar jumlah pinjaman yang bisa diterima. Selain memberikan pengarahan tentang syarat utama keberlangsungan pelayanan pinjaman dari kegiatan dana bergulir ini UPK dan LKM harus menjamin calon peminjam memahami fungsi dan prosedur pengajuan pinjaman. Di antaranya, dengan memberikan penjelasan mengenai ketentuan pinjaman sejak awal permohonan pinjaman, pemeriksaan pinjaman dan saat pencairan pinjaman, untuk mewujudkan tugas tersebut maka UPK dan LKM harus bekerja keras dan bekerja sama dengan baik agar tugas mereka dapat terlaksana dan berjalan sesuai yang diharapkan. Dengan adanya kerjasama yang baik sesama anggota LKM dan tekad yang kuat untuk memulihkan ekonomi bergulir akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan seperti di kelurahan Lubuk binjai Bersatu, setelah suksesnya kegiatan dana pinjaman bergulir pertama maka dana pinjaman bergulir kedua pun dikucurkan, hal ini disambut dengan penuh kegembiraan oleh Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Binjai Bersatu, kelurahan Lubuk Binjai, kecamatan Lubuklinggau Selatan I, yang telah menyalurkan dana pinjaman bergulir untuk kedua kalinya, yang mana dan telah disalurkan pada hari Jum’at, 10 Juni 2016. Jumlah dana bergulir ini mencapai Rp 5 juta dan disalurkan kepada 1 KSM yang anggotanya berjumlah 5 orang, terdiri atas 1 laki-laki dan 4 perempuan, masing-masing mendapat Rp 1 juta dengan pengembalian dana diperkirakan Rp 120.000 per bulan, selama 10 bulan. Masyarakat menyambut dengan antusias adanya dana bergulir kedua, karena masyarakat telah merasakan manfaat dari dana bergulir yang pertama, namun masih ada tantangan dan kendala-kendala yang di hadapi untuk melanjutkan dana bergulir ini, diantaranya banyak anggota KSM yang belum mengembalikan dana yang telah di pinjam saat kegiatan dana bergulir pertama. Menghadapi kendala tersebut, untuk memecahkan masalah yang dihadapi LKM menempuh cara rembug warga dengan mengundang KSM. BKM yang dinakhodai Sofyan wahyudi, dengan Manajer UPK Yeyen ini membuahkan kesepakatan, yakni mendatangi anggota KSM yang menunggak. Caranya, ketua KSM dan anggota—yang telah melunasi pinjaman, mendatangi anggota lainnya yang masih menunggak, dengan pendekatan dan memberikan pengertian serta motivasi. Ternyata, upaya tersebut sangat efektif dan dana pun akhirnya dapat dikembalikan. Untuk pelaksanaan dana pinjaman bergulir kedua ini UPK melakukan kunjungan ke kediaman setiap peminjam sebelum jatuh tempo pembayaran, hal ini untuk memberikan pengertian dan motivasi serta mengingatkan agar peminjam bisa membayar tepat pada waktunya. Alhamdulillah dengan diadakan kegiatan tersebut sekarang pinjaman dana bergulir kedua sudah memasuki angsuran yang ke 3 dan tidak ada hambatan. Semua ini adalah hasil dari upaya dan kerjasama LKM, UPK dan KSM, dengan terealisasinya kegiatan, LKM Binjai Bersatu telah membuktikan bahwa kegiatan tersebut memang sangat efektif untuk mempelancar kegiatan dana ekonomi bergulir. Berhasilnya kegiatan ini tidak terlepas dari upaya dan tekad yang kuat, serta solidaritas tinggi dari anggota KSM dana pinjaman bergulir dalam mengembalikan pinjaman serta peran aktif anggota LKM, guna menghindari tunggakan, cara yang sama akan terus dilakukan sesuai dengan yang telah terlaksana. Dengan keberhasilan kegiatan ini masyarakat akan selalu merasakan manfaat dari kegiatan dana pinjaman bergulir, sehingga masyarakat dapat terbantu kebutuhan ekonominya dengan dana tersebut, semakin tertibnya pembayaran yang dilakukan oleh KSM Maka akan perekonomian akan terus terbantu, tidak hanya sampai dana pinjaman bergulir kedua saja tapi bisa sampai dikucurkannya dana pinjaman bergulir ketiga, keempat dan seterusnya, untuk itu diharapkan penuh agar kerja sama dari LKM, UPK dan KSM agar kita semua dapat terus merasakan manfaat dana pinjaman bergulir yang telah kita rasakan saat ini. Pendekatan yang terus dilakukan oleh LKM kepada KSM akhirnya bisa melancarkan kegiatan dana bergulir, sehingga dengan pengalaman tersebut di harapkan kedepannya kegiatan ini bisa terus terlaksana, dan tingginya kesadaran masyarakat untuk terus mengikuti prosedur akan lebih tertib, prosedur yang di buat bertujuan agar pelaksanaan kegiatan ini bisa terus maju dan berkembang, sehingga perekonomian masyarakat akan terus maju. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini silakan menghubungi: Faskel Ekonomi TF 28 Korkot 4 Lubuklinggu Contact Person: Welisa Elpiyanti, SE. HP. 0823 8226 4760 Dokumentasi Kegiatan:

25 komentar:

LKM Baru, Semangat Baru Dan Harapan Baru - Best Practise TF 25

14.33 Unknown 0 Comments

Lubuklinggau, 23 Oktober 2016
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah memulai dengan mengajak masyarakat untuk mengawali dengan sebuah tahapan proses dengan siklus yang diusung sebagai sebuah pembelajaran kritis dan strategi intervensi kepada masyarakat untuk menyemai kembali nilai-nilai universal. Diawali dengan mengadakan sosialisasi untuk menginternalisasikan pemahaman secara mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya melembagakan nilai dalam kehidupan sosial masyarakat. Pentingnya pengawalan untuk menjaga alur pelembagaan nilai dimasyarakat, untuk memberikan dorongan penyadaran kepada masyarakat dalam membangun kembali nilai, menggerakkan masyarakat dalam menjaga keutuhan nilai itulah dalam pelaksanaannya di masyarakat dibutuhkan seorang relawan sebagai agen pembaharu dan agen perubahan. LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) merupakan kepemimpinan kolektif dari organisasi masyarakat warga suatu kelurahan yang anggota – anggotanya dipilih berdasarkan kriteria kemanusiaan, sehingga berperan secara penuh sebagai pemimpin masyarakat warga. Kolektifitas kepemimpinan ini penting dalam rangka memperkuat kemampuan individu untuk dapat menghasilkan dan mengambil keputusan yang lebih adil dan bijaksana oleh sebab terjadinya proses saling asuh, saling asah dan saling asih antar anggota kepemimpinan yang pada akhirnya akan menjamin terjadinya demokrasi, tanggung gugat, dan transparansi. Di samping itu pola kepemimpinan kolektif juga merupakan desinsentif bagi para pemimpin yang justru ingin mendapatkan kekuatan absolut di satu tangan yang pada gilirannya akan melahirkan tirani dan anarki yang mementingkan diri sendiri dan ketidakadilan. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan penguatan terhadap LKM sebagai upaya agar LKM telah terpilih dimasyarakat mempunyai bekal yang kuat dalam menghadapai situasi tersulit dalam menjalankan kerelawanannya dimasyarakat. Terutama penguatan pada pemahaman konsep Program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) secara utuh, teknik menfasilitasi masyarakat dalam setiap momen, sehingga Proses penguatan dimasyarakat terus-menerus berlangsung dan tetap terlaksana forum LKM, karena membangun kesadaran masyarakat itu tidak semudah membalikkan tangan, butuh waktu, kesabaran, kedisiplinan, ketabahan serta teknis pendekatan kepada masyarakat. LKM harus membangun modal sosial dengan cara menumbuhkan kembali nilai – nilai kemanusiaan, ikatan – ikatan sosial . BKM/LKM harus menjadi motor gerakan solidaritas sosial di masyarakat kelurahan/desa setempat, juga menggalang kepedulian dari pihak luar. Untuk dapat menjadi motor penggerak, maka BKM/LKM harus dapat dipercaya baik oleh warga masyarakat setempat maupun pihak luar. Dalam Kelembagaan pembentukan LKM ini, pihak yang terlibat bukan hanya sekelompok laki-Laki saja, akan tetapi keterlibaan langsung dari pihak Perempuan juga sangat diharapkan, karena Kesetaraan gender ditunjukkan dengan adanya kedudukan yang setara antara laki-laki dan perempuan di dalam pengambilan keputusan dan di dalam memperoleh manfaat dari peluang-peluang yang ada di sekitarnya. Kesetaraan gender memberikan penghargaan dan kesempatan yang sama kepada perempuan dan laki-laki dalam menentukan keinginannya dan menggunakkan kemampuannya secara maksimal di berbagai bidang. Tidak peduli apakah dia seorang ibu rumah tangga, presiden, buruh pabrik, sopir, pengacara, guru ataupun profesi lainnya. Jika kondisi-kondisi tersebut tidak terjadi pada dirinya maka dia tidak dapat dikatakan telah menikmati adanya kesetaraan gender. Perempuan dan warga miskin sebagai kelompok yang masih terpinggirkan masih menjadi objek pembangunan, padahal menjadi strategis melibatkan perempuan dalam proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring evaluasi, karena: Penghargaan terhadap perempuan dan waga miskin sebagai manusia yang merdeka yang berhak untuk menentukan pemecahan masalah yang dihadapinya. Pemecahan masalah - masalah, termasuk masalah kemiskinan yang menyangkut perempuan akan lebih tepat apabila dibicarakan bersama dengan perempuan karena merekalah yang betul betul merasakan masalah dan kebutuhannya. Berbicara mengenai tentang LKM ( Lembaga Keswadayaan Masyarakat) Kelurahan Wirakarya Kecamatan Lubuklinggau Timur II adalah merupakan salah satu kelurahan yang menjadi dampingan dari Tim 25 dari 9 ( Sembilan ) kelurahan yang di damping oleh Tim 25. Kelurahan Wirakarya beberapa Bulan yang lalu baru saja melakukan memilihan LKM dari tingkat basis hingga ketingkat kelurahan yang akhirnya yang terpilih 9 ( Semblan ) orang yang menjadi anggota LKM oleh masyarakat dimana 6 ( Enam ) orang laki – laki dan 3 ( tiga ) orang perempuan dan sebagai Koordinator LKM yaitu M. Husni Thamrin, beliau merupakan salah satu warga dari RT. 9 kelurahan Wirakarya kecamatan Lubuklinggau II Kota Lubuklinggau. Sebagai Koordinator yang baru beliau mempunyai semangat yang baru, keinginan dan kepedulian besar sekali terhadap warga disekitar beliau, salah satu benuk kepedulian beliaun nyaitu ingin membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka dengan jalan memberikan tambahan modal kepada mereka yang memiliki usaha menengah kebawah, agar dapat lebih meningkatkan penghasilan mereka sehari-hari. Salah Satu cara yang akan dilakukan oleh Koordinator beserta UPK ( Bapak Amrullah yang sehari-hari aktifitasnya berdagang di pasar), untuk memberikan tambahan modal tersebut yaitu dengan menghidupkan/ Menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi Bergulir yang ada dikelurahan Wirakarya yang sudah kurang lebih selama 4 ( Empat ) tahun mengalami kepakuman tanpa ada perguliran ke KSM, di karenakan banyaknya KSM-KSM peminjam yang menunggak dalam membayar angsuran pinjaman mereka. Oleh karena itu UPK dan Koordinaor lama beserta LKM yang lama tidak mau menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi yang ada dikelurahan, makanya uang yang ada hanya mengendap di Tabungan Bank UPK. Dengan terbentuknya LKM yang baru ini, UPK, Koordinator dan LKM yang lain punya keinginan dan keyakinan akan menggulirkan kembali pinjaman Ekonomi Bergulir Ke KSM – KSM yang sudah melalui seleksi terlebih dahulu, dengan syarat dan aturan yang sudah mereka sepakati. Survei Calon KSM Pinjaman Ekonomi Bergulir Sebelum dilakukannya Pencairan Ke KSM, Calon KSM peminjam terlebih dahulu harus di lakukan surve lokasi tempat usaha mereka dan apakah mereka benar – benar mengajukan pinjaman, apakah tidak karena jangan sampai KSM yang mengajukan pinjaman tersebut hanya piftif saja, Dilakukan juga Coaching / Sosialisasi mengenai Persyaratan yang harus mereka penuhi sesuai dengan SOP yang ada, dan juga dilakukan tahap- tahap selanjutnya. Sampai terealisasi pinjaman tersebut ke KSM. Coaching/sosialisasi kepada calon KSM Pinjaman Ekonomi Bergulir Dengan dilakukannya secara selekif dan Surve terhadap calon KSM – KSM peminjam diharapkan kedepannya nanti UPK LKM Bersatu Kelurahan Wirakarya akan tetap berjalan dan semua warga yang layak meminjam pinjaman ekonomi bergulir akan mendapatkan dan merasakan pinjaman Ekonomi Bergulir tersebut. Melihat semangat, keyakinan yang ada pada UPK, Koordinator serta anggota LKM yang lainnya mengenai keberlanjutan dari pinjaman Ekonomi Bergulir yang akan mereka gulirkan kambali, semoga kedepanny nanti dapat berjalan sebagaimana yang mereka harapkan. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Untuk info lebih lanjut silah menghubungi : Faskel Ekonomi TF.25 Korkot 4 Lubuklinggau Sarmahinah (08127897260)

0 komentar:

Pencairan KSM Tahap II Bikin Usaha Makin Lancar - Best Practise TF 22

11.25 Unknown 0 Comments



Lubuklinggau, 21 Oktober 2016
Pencairan KSM Tahap II Bikin Usaha Makin Lancar


Oleh:
Asep Febri Ferriansyah      
Faskel Ekonomi TF 22
Korkot 4 Lubuklinggau
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Oversight Consultan (OC2)
Provinsi Sumatera Selatan
Komponen Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah Tridaya yang salah satu kegiatannya adalah kegiatan ekonomi berupa pemberian pinjaman bergulir kepada masyarakat miskin melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Pemberian pinjaman bergulir hanya merupakan salah satu upaya meningkatkan pendapatan masyarakat miskin agar terlepas dari kemiskinannya. Dana pinjaman bergulir ini dikelola oleh UPK LKM sebagai Unit Pelaksana Keuangan di tingkat Kelurahan/Desa. UPK merupakan salah satu faktor penting penggerak dalam proses kegiatan ekonomi bergulir. Komitmen dan kerja keras yang tinggi dari anggota UPK sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan dan kesuksesan kegiatan khususnya pinjaman dana bergulir.

Pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir bertujuan untuk menyediakan akses layanan keuangan kepada masyarakat khususnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dengan pinjaman maksro berbasis pasar untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan pembelajaran dalam hal mengelola pinjaman dan meanfaatkannya dengan benar.

Sasaran utama pelaksanaan pinjaman bergulir yaitu masyarakat berpenghasilan rendah. Pengelolaan pinjaman dana bergulir berorientasi kepada proses pembelajaran untuk penciptaan peluang usaha dan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta kegiatan-kegiatan produktif lainnya.

Pada hari Rabu, 05 Oktober 2016 Pencairan Pinjaman dana bergulir untuk KSM Reguler di Kelurahan Lubuk Tanjung, sebanyak 16 anggota KSM yang terdiri dari 3 (tiga) KSM, yaitu KSM Murai, KSM Kutilang dan KSM Merpati menerima pencairan dana bergulir. Pencairan Dana Bergulir KSM ini adalah tahap kedua, dengan dana yang dikucurkan sebesar Rp. 24.000.000,-
Asisten Kordinator Kota 4 Lubuklinggau Manajemen Keuangan (ASKOT MK), Harika Winarta dalam arahannya menyampaikan bahwa dana bergulir ini merupakan dana yang dipinjamkan untuk dikelola sebagai lanjutan modal usaha dan digulirkan kepada usaha perseorangan dan/atau usaha kelompok masyarakat oleh Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Lubuklinggau yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, baik dalam pendapatan usaha maupun pengembangan usaha tersebut. “Kami harap dana ini digunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan dan pengembangan usaha produktif, tidak untuk konsumtif”, kata Harika. Disampaikan juga bahwa walaupun sederhana, kelompok diminta tertib dalam administrasi serta taat pada kesepakatan yang tekah dituangkan dalam perjanjian kerjasama.
“Arahan dari ASKOT MK, Harika Winarta mengenai pinjaman dana bergulir tahap -2”
Satu kelompok penerima pinjaman dana bergulir bagi KSM berjumlah 5 sampai 6 orang. Setiap anggota menerima pinjaman dana bergulir sebesar Rp. 1.500.000,- dengan bunga jasa 1,5% dan tabungan sebesar Rp. 15.000,-. Pencairan pinjaman dana bergulir tiap KSM sudah memenuhi persyaratan yang berikan sesuai dengan Program. Angsuran dibayarkan sebanyak 10 kali dalam satu periode peminjaman, dan angsuran kelompok disetorkan dan dibukukan oleh UPK. Sanksi akan diberlakukan apabila sampai jatuh tempo belum lunas maka satu bulan sejak hari jatuh tempo, akan dilakukan peneguran tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut masing-masing bertenggang waktu 1 (satu) bulan. Apabila tidak dapat memenuhi ketentuan, maka tidak akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dana bergulir KSM dan yang lainnya, dan untuk selanjutnya berlaku ketentuan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan tentang petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Pinjaman Dana Bergulir.
                  
Dengan bergulirnya pinjaman KSM Eonomi tahap dua tersebut, dalam upaya menanggulangi kemiskinan serta pengembangan usaha masyarakat terus berkembang sehingga dapat menunjang perekonomian berkelanjutan.

Proses Pencairan KSM Ekonomi Bergulir

0 komentar: